Dugaan Kejanggalan Dokumen Ijazah Bakal Calon Sangadi Kian Terbuka, Masyarakat Jangan Manipulasi Demi Pencalonan

BOLTIM — Issue dugaan dokumen pendidikan yang digunakan oleh bakal calon Sangadi berinisial SK semakin menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat Desa Kotabunan Selatan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, (Boltim), Sabtu (17/10/2026).
Sejumlah informasi yang terungkap menunjukkan adanya kejanggalan pada alur perolehan ijazah yang akan diserahkan sebagai syarat pencalonan.
Berdasarkan informasi yang berkembang, pada awalnya SK menyampaikan kepada pihak Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), bahwa dirinya telah memiliki Ijazah Sekolah Dasar (SD). Atas dasar pernyataan tersebut, (SKB) mengeluarkan surat keterangan yang menjadi salah satu syarat untuk mengikuti ujian kesetaraan Paket B.
Namun yang kemudian menjadi sorotan publik adalah, SK baru mengikuti ujian Paket B pada tahun 2025, tetapi ijazah Paket B, justru tercatat dikeluarkan pada tahun 2021.
Warga mempertanyakan logika dan keabsahan dokumen tersebut, bagaimana mungkin seseorang baru mengikuti ujian pada tahun 2025, namun sudah memiliki ijazah yang diterbitkan pada tahun 2021, empat tahun sebelumnya, Hal ini tentu sulit dipahami akal sehat dan memicu dugaan kuat adanya manipulasi dokumen.
“Apakah mungkin ujian belum dilaksanakan tapi ijazahnya sudah ada lebih dulu, Ini bukan sekadar kejanggalan, ini sudah mencurigakan. Jangan hanya karena kepentingan ingin maju sebagai calon Sangadi, lalu dokumen bisa diatur sedemikian rupa,” ujar warga.
Masyarakat berharap panitia pelaksana Pemilihan Sangadi harus teliti nantinya kebenaran dokumen tersebut secara transparan.
Jika ijazah Paket B tahun 2021 itu benar sah, tunjukkan bukti asalnya dan proses perolehannya. Jika sebaliknya, masyarakat meminta agar hal ini ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.
“Kita butuh pemimpin yang jujur, bukan yang pintar memanipulasi dokumen. Demi integritas pemilihan Sangadi, persoalan ini harus dibuka dan diperiksa secara terbuka sebelum proses berlanjut,” tambah warga.
(Andry)
Referensi Terkait
Informasi topik terkait; bukan bukti peristiwa yang diberitakan.




