Topik Terkini

MINTAR KEMBANG! Salah Satu Tradisi Warga Ogan Ilir di Hari Raya Kedua

OGAN ILIR,- Momen hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah pada hari kedua ini, dimanfaatkan oleh warga Ogan Ilir, terutama di Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir untuk mintar kembang.

Mintar kembang adalah tradisi ziarah ke makam keluarga yang telah mendahului. Tradisi mintar kembang ini biasa dilakukan warga hanya pada Hari Raya, terutama Idul fitri dan Idul Adha.

Menurut Anca Zu, salah seorang warga Desa Ulakkerbau Lama, tradisi Mintar Kembang ini hanya dilakukan pada saat hari kedua lebaran, baik hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha.

“Tradisinya seharian mulai pagi hingga sore hari, hanya dilakukan pada hari kedua lebaran saja,” ujar Anca.

Ditambahkan Anca, tradisi Mintar Kembang ini, tak hanya dilakukan warga Desa Ulak Kerbau saja melainkan pula datang dari warga perantauan, yang ada di daerah lain.

“Tradisi Mintar Kembang ini biasanya dilakukan pula pada lebaran Idul Adha, tapi tidak terlalu ramai seperti pada lebaran Idul fitri ini,” ungkapnya.

Tradisi Mintar Kembang bagi warga Desa Ulakkerbau, telah ada sejak zaman dulu. Sehingga, tradisi ini bisa dikatakan sebagai tradisi turun temurun masyarakat Desa Ulakkerbau dan sekitarnya.

Setiap kali tradisi Mintar Kembang, pasti dihadiri oleh ribuan warga yang beramai-ramai berkunjung ke makam. Apalagi, tempat pemakaman umum ini merupakan makam dari lima desa.

Yaitu, Desa Siring Alam, Desa Tanjung Agas, Desa Suka pindah, Desa Ulakkerbau Baru dan Desa Ulakkerbau Lama.

“Jadi, disini merupakan lokasi pemakaman bagi warga lima desa yang ada di Kecamatan Tanjung Raja,” paparnya.

Saking ramainya pengunjung makam, tradisi ini juga membawa berkah bagi para pedagang kembang, makanan, dan minuman.

Betapa tidak, ramainya kondisi makam membuat masyarakat yang melakukan ziarah ke makam, biasanya sering merasa haus dan lapar.

Jadi, hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang kecil yang ingin meraup cuan dari tradisi Mintar Kembang.

“Ramai sekali memang yang jualan, ya ini merupakan rezeki tahunan bagi para pedagang,” lanjutnya.

Ramainya pengunjung yang melakukan ziarah ke makam yang ada di Desa Siring Alam ini, juga sering berdampak pada arus lalu lintas.

Dimana, akan terjadi kemacetan lalu lintas yang berada di kawasan menuju lokasi pemakaman yang ada di Desa Siring Alam. Sehingga, harus menyiagakan petugas parkir.

“Biasanya masyarakat setempat secara sukarela akan membantu mengatur lalu lintas, serta kendaraan pengunjung ketika akan ke makam,” tutupnya.

Back to top button