Topik Terkini

Polsek Rantau Alai Pimpin Pencarian Korban Diduga Tenggelam di Sungai Ogan Lubuk Rukam

OGAN ILIR, Jelajahindo.com – Seorang pemuda bernama Muhammad Remon (20), warga Dusun III RT 05 Desa Talang Dukun, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, diduga tenggelam di aliran Sungai Ogan, Desa Lubuk Rukam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir. Kejadian berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026 sekira pukul 17.30 WIB.

Berdasarkan keterangan kedua temannya, Adlan Bin Sobirin (23) dan Ilham Bin Honidun (19), pada pukul 17.00 WIB korban pergi berenang dan bermain air di Sungai Ogan bersama keduanya. Saat itu arus sungai diketahui cukup deras. Sekira pukul 17.30 WIB, kedua saksi sudah menepi ke pinggir, namun korban tiba-tiba tidak terlihat dan hilang di tengah aliran sungai.

Kedua teman korban segera melakukan pencarian di sekitar lokasi namun tidak berhasil. Personel Polsek Rantau Alai, tim BPBD Kabupaten Ogan Ilir, dan masyarakat setempat pun segera turut bergabung dalam pencarian di sepanjang aliran Sungai Ogan, khususnya wilayah Dusun I Desa Lubuk Rukam. Hingga saat ini, korban belum ditemukan dan upaya pencarian terus dilakukan secara intensif.

Dari hasil penyelidikan awal, diduga korban tidak dapat berenang dan bermain di tepian sungai saat kejadian, sehingga terjatuh dan terbawa arus yang deras. Kapolsek Rantau Alai IPTU Muhammad Ibnu Irfan, S.H. terus berkoordinasi dengan pihak Polres Ogan Ilir serta Pemerintah Desa Lubuk Rukam dalam upaya pencarian.

Kapolsek Rantau Alai IPTU Muhammad Ibnu Irfan, S.H. mengatakan, pihaknya telah mendatangi TKP untuk mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan upaya pencarian secara menyeluruh.

“Kami terus mengerahkan personel dan berkoordinasi dengan BPBD serta warga untuk mencari korban. Di saat yang sama, kami juga memberikan pendampingan dan penggalangan kepada keluarga korban yang sedang berduka,” ucap Kapolsek IPTU Irfan.

Kapolsek mengimbau seluruh masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk tidak berenang atau bermain air di aliran sungai yang arusnya deras, terutama di lokasi yang tidak dikenal kedalamannya dan kondisi dasarnya. Jangan bermain sendirian di tepian sungai yang licin dan berbahaya.

Lebih lanjut, Kapolsek juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa untuk menyosialisasikan larangan berenang di lokasi berisiko tinggi, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Kapolsek berharap, upaya pencarian yang dilakukan bersama-sama dapat membuahkan hasil secepatnya, dan masyarakat dapat lebih waspada serta menjaga keselamatan diri maupun keluarga saat berada di sekitar perairan. Pencarian korban masih terus berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Suka artikel kami? Jadikan situs ini Sumber Pilihan di Google!

Follow di Google Search