DaerahOgan IlirSumatera SelatanTopik Terkini

Dana BOS SMPN 1 Rambang Kuang Disorot, Sejumlah Pos Anggaran Dinilai Janggal

Rambang Kuang OI, Jelajahindo.com — Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025 di SMP Negeri 1 Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan, menjadi sorotan. Berdasarkan data realisasi anggaran yang diterima redaksi, sejumlah pos belanja dinilai tidak proporsional dan berpotensi menimbulkan Dugaan penyimpangan.
Sekolah berstatus negeri dengan 136 siswa, 19 guru dan tenaga kependidikan, serta rasio guru-murid 1:7 ini tercatat menerima dana BOS sebesar Rp68.200.000 pada tahun 2025.
Analisis dan Dugaan Modus per Item Anggaran
Pembayaran Honor Rp21.450.000
Pos honor tercatat sebagai belanja terbesar. Dengan jumlah tenaga pendidik 19 orang dan rasio guru-murid yang kecil, besaran honor ini dinilai tidak wajar bila tidak disertai rincian penerima, durasi, serta jenis pekerjaan. Dugaan modus: penggelembungan honor, pembayaran ganda, atau penyaluran honor kepada pihak yang tidak memenuhi kriteria.
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rp17.544.000,-. Anggaran pemeliharaan cukup besar, namun tidak disertai informasi proyek fisik yang jelas di lingkungan sekolah. Dugaan modus : mark-up biaya perbaikan ringan, pekerjaan fiktif, atau pemecahan kegiatan agar lolos pertanggungjawaban.
Administrasi Kegiatan Sekolah Rp9.362.130,-. Pos administrasi relatif tinggi untuk sekolah dengan jumlah siswa terbatas, dugaan modus: belanja ATK dan kebutuhan administrasi yang tidak sesuai kebutuhan riil, serta pengulangan belanja dengan bukti nota yang sama.
Pengembangan Profesi Guru dan Tendik Rp8.355.870,-. Anggaran ini dipertanyakan karena tidak ada keterangan pelatihan, workshop, atau sertifikat yang dihasilkan. Dugaan modus: kegiatan pelatihan fiktif atau sekadar formalitas laporan tanpa kegiatan nyata.
Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler Rp4.800.000
Besaran anggaran tidak sebanding dengan minimnya informasi kegiatan yang melibatkan siswa secara langsung, dugaan modus: pelaporan kegiatan tanpa dokumentasi memadai atau pengeluaran yang tidak sepenuhnya digunakan untuk siswa.
Penyediaan Alat Multimedia Pembelajaran Rp3.500.000
Tidak ditemukan keterangan pengadaan barang seperti proyektor, laptop, atau perangkat multimedia lain yang bisa diverifikasi.
Dugaan modus: pengadaan barang lama yang dilaporkan sebagai baru atau pengadaan tanpa spesifikasi jelas. Kegiatan Asesmen/Evaluasi Rp2.210.000,- anggaran asesmen dinilai tinggi jika hanya untuk ujian rutin sekolah. Dugaan modus: penggandaan biaya cetak soal dan administrasi ujian, penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Rp363.000,- meski relatif kecil, pos ini tetap perlu transparansi karena PPDB umumnya bersifat sederhana dengan  Catatan perlu kejelasan rincian belanja, engembangan Perpustakaan Rp 0,- idak adanya anggaran perpustakaan memunculkan pertanyaan terkait pemenuhan standar layanan literasi siswa dan Langganan daya dan jasa Rp615.000,- Relatif kecil, namun tetap perlu kesesuaian dengan tagihan riil listrik, air, dan internet.
Perlu Audit dan Klarifikasi
Sejumlah pos bernilai besar tanpa rincian terbuka memunculkan indikasi lemahnya transparansi. Kondisi ini dinilai perlu audit lebih lanjut oleh Inspektorat, Dinas Pendidikan, maupun aparat pengawasan internal pemerintah.

Kepala SMPN 1 Rambang Kuang
Darmansyah, saat di konfirmasi melalui WhatsApp, terkait penggunaan dana BOS tersebut. mengatakan” SPJ km sdh diperiksa oleh tim dr diknas” .(tim)




Back to top button