Cek Titik Panas, Polsek Rantau Alai Bersama BPBD Laksanakan Mitigasi dan Ground Check Karhutlah di Desa Mekarsari

OGAN ILIR, Jelajahindo.com – Upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan. Personil Polsek Rantau Alai bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir melaksanakan kegiatan mitigasi serta pengecekan langsung ke lapangan (ground check) pada titik-titik yang terindikasi sebagai lokasi hotspot atau titik panas. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Mei 2026, sekira pukul 13.50 Wib, bertempat di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Tim yang diturunkan berjumlah 5 orang, yang terdiri dari 3 personil Polri dan 2 personil BPBD. Dalam pengecekan di lokasi, tim mendapati kondisi lahan berupa kawasan semak belukar yang cukup lebat. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, tidak ditemukan kobaran api maupun asap, namun hasil pengecekan mengonfirmasi bahwa lokasi tersebut terdeteksi memiliki suhu permukaan yang tinggi atau titik panas. Tidak diperlukan penanganan pemadaman dengan cara pembasahan (water bombing) karena kondisi api dinyatakan nihil dan belum meluas.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini agar titik panas tersebut tidak berkembang menjadi kebakaran besar yang dapat merugikan lingkungan, mengganggu kesehatan, serta menghambat aktivitas masyarakat dan kelancaran lalu lintas udara maupun darat.
Kapolsek Rantau Alai IPTU Muhammad Ibnu Irfan, S.H mengatakan bahwa pemantauan rutin dan pengecekan langsung ke lokasi sangat penting dilakukan, terutama saat cuaca sedang cenderung kering dan panas. Menurutnya, deteksi dini pada titik panas adalah kunci utama agar api tidak menyala dan meluas menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan.
“Kami turun ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Di Desa Mekarsari ini kita dapati berupa lahan semak belukar, terdeteksi ada titik panas namun untungnya belum ada api yang menyala. Kami pastikan kondisi ini terpantau terus, karena jika dibiarkan dan angin kencang, risiko terbakar sangat besar. Kami berkoordinasi dengan BPBD agar langkah mitigasi dan kesiapan alat selalu dijaga. Intinya, kami tidak ingin ada titik api yang terlewatkan dan berubah menjadi musibah kebakaran yang merugikan banyak pihak,” tegas Kapolsek.
Lebih lanjut, Kapolsek juga berharap masyarakat turut peduli dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan, serta tidak melakukan pembakaran lahan yang menjadi pemicu utama kebakaran. Ia juga berharap situasi cuaca dan lingkungan tetap aman sehingga tidak ada lagi titik api yang berkembang.
“Kami berharap seluruh masyarakat sadar akan bahaya Karhutla dan berhenti menggunakan cara bakar untuk membuka lahan. Kerjasama dan kepedulian warga sangat kami harapkan agar wilayah Rantau Alir tetap aman dari asap dan api. Kami juga berharap titik panas yang kami temukan ini segera mereda dan tidak berkembang menjadi kebakaran. Mari kita jaga lingkungan bersama, demi kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan kita semua,” harapnya.





