Informasi Bencana: Masyarakat Indonesia yang Punya Televisi Wajib Tahu Ini, Baca Lebih Lanjut!!

Nasional, 27 September 2024 – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi meluncurkan sistem penyebaran informasi dini kejadian bencana atau Early Warning System (EWS), yang disiarkan melalui Televisi (TV) digital dan Disaster Prevention Informatian System (DPIS).
Hal Ini, merupakan upaya pemerintah didalam memperkuat sistem informasi tentang bencana guna mendukung penyebarluasan informasi dini kejadian bencana ditanah air.
Menteri Kominfo, Budi Arie Setiadi, menyebutkan bahwa DPIS merupakah hibah Pemerintah Jepang untuk menyiapkan suatu sistem penyebaran informasi bencana, dalam rangka antisipasi dan penanganan yang lebih cepat dan optimal.
Ia jug mengatakan, bahwa penyebaran dan penyiaran informasi bencana melalui DPIS akan disampaikan atau diteruskan kepada semua petugas, relawan kebencanaan atau kedaruratan dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten dan kota.
“Sedangkan EWS TV Digital merupakan sistem penyebaran informasi bencana melalui siaran televisi digital berdasarkan kode pos di wilayah-wilayah yang terdampak bencana dan langsung bisa diakses masyarakat melalui siaran televisi digital,” jelasnya, Senin (23/9) kemarin, seperti yang dikutip media ini dari laman Kementerian Kominfo.
Selain itu, Budi Arie juga mengatakan bila EWS TV Digital dan DPIS merupakan salah satu solusi memperkuat layanan informasi kebencanaan di Indonesia.
Hal tersebut sampaikannya saat Peresmian Sistem Penyebaran Informasi Bencana melalui DPIS dan EWS Siaran TV Digital di Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Menurut Budi Arie, ini merupakan sebuah momentum bagi penguatan pencegahan dan mitigasi bencana di Indonesia.
Lebih lanjutnya, Budi Arie juga memaparkan bahwa Sistem EWS yang memanfaatkan jangkauan layanan TV digital bisa menjangkau sekitar 76% populasi di Indonesia.
Jangkauan sistem tersebut akan memberikan informasi langsung dari otoritas deteksi dini kebencanaan, dan akan ditayangkan pada layar TV digital dengan mengenterupsi siaran yang ditonton oleh masyarakat.
“DPIS dan EWS TV digital yang sebentar lagi akan segera diimplementasikan ini merupakan sistem yang saling melengkapi. Dan akan mendukung sistem EWS eksisting melalui SMS Blasting,” ujarnya.
Di sisi lain, Budi menekankan bahwa informasi kebencanaan ini hanya akan disebarkan kepada masyarakat yang terdampak.
Sementara itu, Kementerian Kominfo telah melakukan uji coba sistem EWS TV Digital bersama semua penyelenggara multipleksing (MUX), vendor perangkat TV Digital, serta vendor Set Top Box (STB).
Uji coba tersebut juga didukung oleh kementerian dan lembaga seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Badan Nasional Penanggulanganan Bencana, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta.
Budi menilai implementasi sistem informasi kebencanaan ini perlu ditindaklanjuti dengan sosialisasi secara masif agar masyarakat terhindar dari segala permasalahan dalam kebencanaan.
Dengan adanya sosialisasi, masyarakat bisa mengetahui langkah-langkah keselamatan yang harus dilakukan apabila menerima pesan peringatan dini kebencanaan di layar televisi.
Sebagai informasi, dalam peresmian tersebut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Wayan Toni Supriyanto serta Staf Khusus Menteri Dedy Permadi dan Daniel Hutagalung ikut mendampingi Menkominfo.
Selain itu, hadir pula Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno, Komisioner KPI Pusat Bidang Pengawasan Isi Siaran Aliyah, serta perwakilan kementerian, lembaga, dan Pemerintah Provinsi Bali.
Kemudian ada juga Chief Representative JICA Indonesia Office Takeda Sachiko dan Deputy Senior Vice President Head of First Public Sector NTT Data Japan Corporation Ken Ueda. (*)
Penulis : Redaksi





