LabuhanbatuSumatera UtaraTopik Terkini

Puluhan Mahasiswa Geram Gelar Aksi di Kejaksaan Negeri Rantau Prapat

Labuhanbatu, Jelajahindo.com – 11 Juni 2023 puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Revolusi Aktivis Mahasiswa (Geram) menggelar aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Negeri Labuhanbatu. Aksi yang berlangsung di Jalan S.M. Raja, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan ini menyoroti dugaan gratifikasi terkait pengangkatan perangkat desa di Desa Aek Buru Selatan, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu.

Jepril, koordinator lapangan aksi tersebut, dalam orasinya menyatakan bahwa mahasiswa memiliki peran sebagai agen perubahan dan kontrol sosial. “Kami hadir di sini untuk menyampaikan dugaan gratifikasi terkait pengangkatan perangkat desa di Desa Aek Buru Selatan,” ujar Jepril di hadapan para peserta aksi dan aparat keamanan.

Dugaan Penyalahgunaan Jabatan

Jepril menjelaskan bahwa mereka menduga telah terjadi penyalahgunaan jabatan oleh Kepala Desa Aek Buru Selatan. “Kami menduga Kepala Desa telah menerima sejumlah uang dengan imbalan pengangkatan perangkat desa,” katanya. Dugaan tersebut menjadi dasar tuntutan yang diajukan oleh Geram dalam aksi mereka.

Tuntutan Geram

Adapun tuntutan yang disampaikan oleh Geram dalam aksi ini adalah sebagai berikut:

1. Meminta Kepala Desa Aek Buru Selatan untuk bekerja sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

2. Meminta Kejaksaan Negeri Labuhan Batu untuk memanggil dan memeriksa Kepala Desa Aek Buru Selatan terkait dugaan penyelewengan anggaran dana tahun 2022 dan 2023.

3. Meminta Kejaksaan Negeri Labuhan Batu untuk memanggil dan memeriksa Kepala Desa Aek Buru Selatan terkait dugaan gratifikasi sebesar Rp. 15.000.000 untuk pengangkatan perangkat desa.

4. Meminta Camat Bilah Barat untuk memanggil dan memeriksa perangkat desa, khususnya Kaur Desa Aek Buru Selatan, yang diduga terlibat perselingkuhan.

5. Meminta Camat Bilah Barat untuk memberhentikan perangkat desa yang diduga terlibat perselingkuhan karena merusak citra pemerintah desa.

Respons Kejaksaan

Setelah beberapa lama menyuarakan tuntutannya, para peserta aksi akhirnya dipersilakan masuk ke Kantor Kejaksaan Negeri Labuhanbatu. Mereka bertemu langsung dengan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Labuhan Batu, Memed Rahmad Sugama, SH.

“Tuntutan adik-adik mahasiswa sudah kami terima, dan kami akan melakukan tindak lanjut terkait hal tersebut,” ujar Memed dalam pertemuan tersebut. Pernyataan ini disambut baik oleh para peserta aksi, namun mereka tetap menyatakan akan mengawal perkembangan kasus ini.

Komitmen untuk Mengawal Tuntutan

Jepril, sebagai koordinator aksi, menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal proses ini. “Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan kembali dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegasnya. Jepril juga mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai kontrol sosial dan akan terus memperjuangkan keadilan dan transparansi dalam pemerintahan desa.

Aksi damai yang digelar oleh Geram ini menarik perhatian masyarakat sekitar dan sejumlah media lokal. Mahasiswa berharap bahwa dengan adanya aksi ini, pihak berwenang akan lebih serius menangani dugaan penyalahgunaan jabatan dan gratifikasi yang terjadi di Desa Aek Buru Selatan. Mereka juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan desa untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan di masa depan.

Harapan untuk Perubahan

Gerakan Revolusi Aktivis Mahasiswa (Geram) menyatakan bahwa aksi mereka bukanlah aksi terakhir. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal dan memperjuangkan hak-hak masyarakat. “Kami ingin melihat perubahan nyata dan pemerintah desa yang bersih dari korupsi dan gratifikasi,” pungkas Jepril.

Dengan aksi ini, Geram berharap bahwa suara mereka akan didengar dan direspon dengan tindakan nyata oleh pihak Kejaksaan Negeri Labuhan Batu dan pemerintah setempat. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal kasus ini demi terciptanya pemerintahan desa yang lebih baik dan bersih.

Dalam waktu dekat, Geram merencanakan aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti. Mahasiswa berharap agar aksi mereka dapat menjadi pemicu perubahan positif di Desa Aek Buru Selatan dan wilayah sekitarnya, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya transparansi dan kejujuran dalam pemerintahan.

Penulis : Dedy
Back to top button