SMPN 1 Sungai Pinang Sukses Gelar MPLS Tahun Ajaran 2025/2026: Lima Hari Penuh Edukasi, Disiplin, dan Semangat Baru

OGAN ILIR, Jelajahindo.com – SMP Negeri 1 Sungai Pinang, yang berlokasi di Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumsel, menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari dari tanggal 7 Juli sampai dengan 11 Juli 2025 di halaman sekolah dan disambut antusias oleh para peserta didik baru.
Kepala Sekolah SMPN 1 Sungai Pinang, Warsono, S.Pd saat ditemui awak media menyampaikan bahwa kegiatan MPLS tahun ini berjalan dengan lancar dan sukses. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan narasumber dari kalangan guru, dan dari Polsek Tanjung Raja tentang bahaya Judi Online (Judol).

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah agar siswa baru dapat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta memahami tata tertib dan budaya yang berlaku di SMP Negeri 1 Sungai Pinang,” ucap Warsono, S.Pd.
Kepala Sekolah juga menyampaikan bahwa MPLS merupakan momentum penting untuk membangun karakter siswa sejak dini. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dan menciptakan suasana sekolah yang menyenangkan.
“Kami ingin membentuk lingkungan sekolah yang kondusif, menyenangkan, serta membangun kebersamaan antar siswa dan guru. Dengan begitu, mereka dapat belajar berkolaborasi dan saling menghargai satu sama lain,” ujar Warso saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/7/2025).
Kegiatan MPLS di SMP Negeri 1 Sungai Pinang tidak hanya berisi materi pengenalan sekolah, tetapi juga berbagai aktivitas kreatif dan edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan semangat belajar, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan para siswa baru.
“Seperti di hari pertama, murid dan orang tua dikenalkan visi, misi program dan budaya satuan pendidikan agar memahami dan menghargai satuan pendidikan sebagai tempat pembelajaran dan pengembangan diri. Murid juga di ajak tur keliling sekolah untuk melihat fasilitas pembelajaran agar lebih mengenal lingkungan sekolah dan siap untuk memulai pembelajaran,” terang Warsono. (Frans)





