Perkumpulan WIB Tapanuli Selatan Laporkan Puskesmas Sangkunur Ke Kejaksaan Atas Dugaan Penyimpangan Anggaran

Tapanuli Selatan, Jelajahindo.com –
Perkumpulan Waktu Indonesia Bergerak (WIB) Kabupaten Tapanuli Selatan melaporkan Puskesmas Sangkunur ke kejaksaan negeri Tapanuli Selatan atas dugaan penyimpangan anggaran tahun 2023-2024. laporan ini diajukan oleh Burhanuddin Hutasuhut, ketua perkumpulan WIB Tapanuli Selatan.
Burhanuddin Hutasuhut menjelaskan kepada wartawan pada senin (11/8/2025), bahwa terdapat beberapa poin anggaran yang diduga bermasalah.
dugaan penyimpangan anggaran 2023:
1. Belanja bahan bakar dan pelumas (bbm) diduga fiktif karena informasi yang didapatkan, pengisian bbm hanya dilakukan oleh pengguna ambulans.
2. Pemeliharaan ambulans: kegiatan ini juga diduga fiktif, dengan pertanyaan mengenai penggantian suku cadang setiap tahunnya. konfirmasi melalui whatsapp kepada kepala puskesmas sangkunur pada 13 maret 2025 tidak mendapat respons hingga 14 maret 2025.
3. Pemeliharaan komputer diduga mark up dan rekayasa laporan pertanggungjawaban.
4. Perjalanan dinas dalam kota diduga terdapat indikasi korupsi dengan modus rekayasa laporan pertanggungjawaban atau fiktif.
dugaan penyimpangan anggaran 2024:
1. Belanja bahan bakar dan pelumas (bbm) diduga fiktif dengan alasan yang sama seperti tahun 2023.
2. Pemeliharaan ambulans kegiatan ini juga diduga fiktif, dengan pertanyaan serupa mengenai penggantian suku cadang. konfirmasi langsung ke kantor puskesmas sangkunur pada 17 april 2025 juga tidak mendapatkan jawaban.
3. Pemeliharaan komputer diduga mark up dan rekayasa laporan pertanggungjawaban.
4. Perjalanan dinas dalam kota diduga terdapat indikasi korupsi dengan modus rekayasa laporan pertanggungjawaban atau fiktif.
Burhanuddin Hutasuhut menambahkan, “Berdasarkan uraian tersebut, diduga ada indikasi korupsi dengan modus rekayasa laporan pertanggungjawaban atau fiktif.”
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskesmas Sangkunur, Ika Widya Astuti, belum memberikan keterangan terkait laporan ini. Burhanuddin mengungkapkan bahwa yang bersangkutan justru memblokir nomor teleponnya.
(Tim)





