Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H di SMAN 1 Tanjung Raja Usung Tema Mengutamakan Iman dan Membiasakan Amal Shaleh

OGAN ILIR, Jelajahindo.com – Keluarga besar SMA Negeri 1 Tanjung Raja (Smantra) menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M dengan khidmat pada Selasa siang (27/1/2026). Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan sekolah tersebut menghadirkan penceramah Ustadz H. Muhammad Ridho, S.Ag, dengan mengusung tema mendalam: “Mengutamakan Iman dan Membiasakan Amal Shaleh”.
Suasana religius sudah terasa saat tim Hadroh Smantra membuka acara dengan lantunan sholawat yang menyejukkan hati. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang diikuti dengan penuh khusyuk oleh seluruh siswa, guru, dan staf tata usaha.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Raja, Dra. Sutinawati, M.Si, menyampaikan pesan menyentuh mengenai pentingnya menjaga kedekatan dengan nilai-nilai agama di lingkungan sekolah.
“Saya mengajak seluruh warga sekolah untuk sering-sering duduk bersama para ulama dan orang-orang saleh. Dengan begitu, kita dapat mengambil manfaat ilmu, keberkahan, serta hikmah yang mereka miliki untuk bekal kehidupan kita,” ujar beliau.
Kepala SMAN 1 Tanjung Raja, Dra. Sutinawati, M.Si, menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Miraj dapat dipahami dan diamalkan oleh siswa dalam kehidupan sekolah maupun bermasyarakat hingga tercipta generasi emas yang cerdas ilmu yang juga berakhlak mulia.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Ustadz H. Muhammad Ridho, S.Ag, dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas sejarah Isra dan Mi’raj secara detail.
Beliau menjelaskan bahwa Isra adalah perjalanan malam yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Gelar “Hamba” yang disematkan Allah kepada Nabi dalam peristiwa ini merupakan puncak prestasi tertinggi seorang manusia di hadapan Sang Khalik.
Perjalanan dimulai dari Mekah menuju Baitul Maqdis (Al-Aqsa), di mana pintu langit berada. Rasulullah juga singgah di Bukit Tursina (tempat Nabi Musa AS) dan Baitul Lahm (tempat kelahiran Nabi Isa AS).
Ustadz H. Muhammad Ridho, S.Ag, menekankan bahwa ketampanan Nabi Muhammad SAW mencakup separuh keindahan dunia, namun ketampanan itu membawa rahmat dan tidak pernah membuat orang lain menderita.
Ia juga mengisahkan pertemuan Rasulullah dengan para Nabi di tiap tingkatan langit, mulai dari Nabi Adam AS di langit pertama hingga Nabi Ibrahim AS di langit ketujuh, sebelum akhirnya menuju Sidratul Muntaha sendirian untuk menerima perintah shalat lima waktu dan jaminan surga bagi umatnya yang tidak menyekutukan Allah.
Di akhir ceramah, Ustadz H. Muhammad Ridho mengingatkan bahwa peristiwa luar biasa ini terjadi sebagai bentuk penghiburan dari Allah (Amul Huzni) setelah Rasulullah mengalami masa-masa sulit, yaitu wafatnya istri tercinta Siti Khadijah, tekanan kaum Quraisy, serta ujian berat saat berdakwah di Thaif,” tutupnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum bagi siswa-siswi SMAN 1 Tanjung Raja untuk memperbaiki ibadah shalat dan memperkuat karakter religius dalam kehidupan sehari-hari.





