Dipimpin Kapolres Ogan Ilir, 5 Personel Polsek Rantau Alai Terima Kenaikan Pangkat di Penghujung Tahun 2025

OGAN ILIR, Jelajahindo.com – Suasana khidmat menyelimuti lapangan Mapolres Ogan Ilir pada Rabu (31/12/2025). Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K., memimpin langsung Upacara Korps Raport kenaikan pangkat periode 1 Januari 2026.
Dalam upacara yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut, dihadiri oleh Wakapolres Ogan Ilir, para Kabag dan Kasat serta Kapolsek Jajaran Polres Ogan Ilir. Jajaran Polsek Rantau Alai menjadi sorotan dengan kenaikan pangkat sejumlah perwira dan anggotanya.

Beberapa nama dari keluarga besar Polsek Rantau Alai yang resmi menyandang pangkat baru antara lain:
1. AKP Suparna, Kapolsek Rantau Alai yang sebelumnya berpangkat IPTU kini resmi naik menjadi Ajun Komisaris Polisi (AKP).
2. IPTU Sahiel Arsad yang sebelumnya berpangkat IPDA kini resmi menyandang pangkat Inspektur Polisi Satu (IPTU).
3. Aipda Roky Menaco, Anggota Polsek Rantau Alai yang sebelumnya berpangkat Bripka kini naik menjadi Aipda.
4. Aipda Hendriansyah, yang sebelumnya berpangkat Bripka kini naik menjadi Aipda.
5. Brigadir Galeh Prima yang sebelumnya berpangkat Briptu naik menjadi Brigadir.
Dalam amanatnya, Kapolsek Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K, mengatakan bahwa kenaikan pangkat adalah salah satu bentuk penghargaan pemerintah melalui institusi Polri, tentunya harus barengi oleh peningkatan kinerja menjadi tauladan, pada umumnya bisa memberi manfaat kepada keluarga dan masyarakat dalam hal menjaga Kamtibmas.
“Kami berharap seluruh personel yang naik pangkat dapat menjadi teladan bagi rekan kerja serta terus menjaga citra Polri yang presisi, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ucap Kapolres.
Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur, sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Polres Ogan Ilir di akhir Tahun 2025 dan penyemangat memasuki Tahun 2026.
Setelah upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tradisi kenaikan pangkat dengan disiram air menggunakan water Cannon, untuk mengingat jati diri seorang prajurit Bhayangkara.





