Pemerintahan

Fraksi Gerindra DPRD SBB Sentil OPD: Hanya Duduk Manis, Miskin Ide dan Inovasi

OPD Lingkup Pemda SBB Tak Mampu Genjot PAD

SBB,JELAJAHINDO.COM-Dalam pandangan kata akhir fraksi terhadap Ranperda APBD tahun 2025. Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten SBB sentil kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pemerintah daerah hanya bergaya dan duduk manis harapkan APBD semata yang 99% bersumber dari Pemerintah pusat.

Sentil keras itu disampaikan Ketua Fraksi Gerindra Abu Silawane, saat rapat paripurna ke-9 masa sidang I tahun 2024, Bertempat di Ruang Utama Sidang Paripurna DPRD SBB, Sabtu (30/11/2024).

”Miris sekali OPD lingkup Pemda SBB, hanya bisa duduk manis dan mengharapkan kucuran dana dari Pemerintah Pusat tanpa mencari sumber-sumber pemasukan lokal yang bisa mendorong peningkatan pelayanan kepada Masyarakat.”cetus Silawane.

Fakta yang tersaji seluruh dinas tidak mampu memenuhi target PAD yang ditetapkan, sungguh tak bisa diterima dengan akal sehat. Kata Silawane, Kabupaten yang memiliki potensi kekayaan luar biasa baik laut, darat dan dalam perut Bumi Saka Mese Nusa ini tidak mampu mengambil keuntungan Finansial dalam bentuk PAD untuk mensejahterakan rakyatnya. Pertanyaannya: apa kendalanya? tanya Silawane.

Silawane, apakah sumberdaya manusia kita tidak memadai untuk menggenjot PAD di tiap dinas? Ataukah kita sudah cukup nyaman membiayai pembangunan dengan hanya bertumpu pada kucuran dana dari Pemerintah Pusat ? hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut karna akan berdampak buruk bagi keberlangsungan masa depan Bumi Saka Mese Nusa.”endusnya.

Dikatakannya, terhadap persoalan yang telah dikemukakan diatas Fraksi Gerindra menyampaikan saran kepada penjabat Bupati untuk segera mengevaluasi seluruh dinas dalam lingkup Pemerintahan Kabupaten SBB guna meningkatkan kinerja dengan cara menata ulang system rekrutmen pada semua jabatan eselon dua dan tiga.

Calon pejabat pada eselon-eselon ini harus diseleksi secara ketat melalui mekanisme Fit and Propert Tes dengan menyajikan visi dan misi dari calon pejabat tersebut kemudian kembali diuji tim penguji yang professional dan ahli di bidangnya untuk mendapatkan calon pejabat eselon dua- tiga yang memiliki kapasitas mumpuni di bidangnya masing-masing.

”Pikiran ini penting untuk merubah mentalitas pejabat yang gemar melobi jabatan karna faktor kedekatan dan komunisme padahal tidak memiliki kemampuan sesuai dengan bidang tugasnya.” tegas Silawane.

Silawane bilang, fraksi Gerindra tidak punya maksud untuk memojokkan pihak tertentu dalam beberapa koreksi diatas ,Fraksi Gerindra hanya ingin menyampaikan fakta bahwa sudah terlalu lama kita memaklumi fenomena-fenomena buruk ini terjadi dan sudah saatnya harus di akhiri demi kebaikan bersama.

Olehnya itu, Fraksi Gerindra Berharap agar seluruh OPD-OPD untuk tidak terbuai dan berleha-leha degan RAPBD yang sudah dibahas akan tetapi harus melakukan terobosan nyata guna mengejar target PAD yang telah di tetapkan. Tahun anggaran 2025 menjadi misteri apabila OPD-OPD minim ide dan inovasi, seharusnya anggaran 2025 akan menjadi gerbang pembuka bagi bikin bae SBB.

OPD-OPD dengan rasa tanggungJawab yang tinggi mau merubah cara berpikirnya sebagi pelayan masyarakat dan bukan sebagai bos yang hanya memerintah, memberi laporan kepada pimpinannya dan menerima laporan dari bawahan dalam lingkup kerjanya yang ABS.

“Fraksi Gerindra hanya sampaikan bahwa merubah cara berpikir akan berimplikasi kepada cara bertindak. kebiasaan belum tentu benar, tapi yang benar harus dibiasakan, berpikir kecil akan memberi hasil kecil, berpikir besar akan memberi hasil besar.”pungkas Silawane menutup(SBB).

Back to top button