NasionalPemerintahanPolitikTopik Terkini

Indo Pasifik: Fokus Strategi AS untuk Kesejahteraan Keamanan

Nasional, Jelajahindo.comIndo Pasifik, yang membentang dari Pesisir Pasifik AS hingga Samudra Hindia dan sebagian besar Asia, menjadi kawasan penting dengan lebih dari separuh populasi dunia dan 60% perekonomian global. Baru-baru ini, Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang yang menegaskan dukungan AS terhadap wilayah ini.

Dua tahun lalu, pemerintahan Biden merilis Strategi Indo Pasifik, menyerukan peningkatan kehadiran AS dan kerja sama dengan mitra untuk memastikan kesejahteraan dan keamanan. Departemen Luar Negeri AS melaporkan perdagangan dua arah senilai US$2 miliar sebagai bukti kesuksesan strategi ini.

“Kami telah berubah dari penyedia bantuan menjadi mitra investasi,” kata Camille Dawson, wakil asisten sekretaris Biro Urusan Asia Timur dan Pasifik Departemen Luar Negeri AS, kepada CNA. “Pertumbuhan ekonomi di kawasan ini penting bagi warga Amerika.”

Mengukuhkan Stabilitas di Indo Pasifik

  1. Memperkuat Aliansi di Indo Pasifik

Capitol Hill sepakat bahwa AS harus tetap aktif di Indo Pasifik. Dana sebesar USD3,3 miliar dialokasikan untuk infrastruktur kapal selam, dengan tambahan USD2 miliar untuk mendukung Taiwan dan sekutu-sekutu dalam menghadapi agresi China.

Amerika juga prihatin terhadap keamanan di kawasan, termasuk masalah Korea Utara dan Rusia, serta ambisi China di Taiwan. Untuk merespons pengaruh China yang semakin kuat, kemitraan AUKUS dengan Australia dan Inggris diluncurkan pada tahun 2021.

  1. Penguatan Militer dan Aliansi

AS aktif dalam lebih dari 40 latihan militer gabungan di Indo Pasifik setiap tahun sebagai bagian dari strategi pencegahan. USS Canley, kapal angkatan laut terbaru, akan ditempatkan di Saipan, Kepulauan Mariana Utara, untuk memperkuat kehadiran AS di kawasan ini.

Armada Pasifik, yang mencakup 150.000 personel militer dan sipil, bertujuan untuk meningkatkan keamanan maritim dan stabilitas di wilayah ini. Meski begitu, anggota parlemen AS mengakui kekurangan kapal perang dan tantangan biaya industri kapal di dalam negeri.

Menurut Profesor Kazuto Suzuki dari Universitas Tokyo, dalam persaingan geopolitik, AS harus membangun kembali kapasitasnya dengan memperkuat aliansi dengan mitra seperti Korea Selatan dan Filipina.

Penulis : Redaksi
Back to top button