Isu BBM Langka Sebabkan Antrean Panjang di SPBU Jember, Hiswana Migas Besuki Imbau Stop Panic Buying !

Jalajahindo.com, Jember – Isu kelangkaan bahan bakar minyak di media sosial baru-baru ini, mengembalikan trauma masyarakat Kabupaten Jember, jawa timur, akan kelangkaan BBM pada juli 2025 lalu. Akibatnya, banyak warga setempat yang berbondon bondong mendatangi SPBU untuk membeli bensin, hingga sebabkan antrean panjang. Jumat dini hari (6/3/2026).
Salah satunya diantaranya, yakni Eko Wahyudi ,warga asal Kecamatan Ajung yang jauh-jauh ke SPBU kaliwates di jalan Gajah Mada untuk mengantri BBM. Ia bahkan mengajak sang istri dengan membawa motor lain untuk ikut antri bensin. “Dengar info di media sosial ,katanya bensin langka. Setelah itu tahu, saya langsung caro pom sekitar antri semua,” ucapnya.
Sembari menunggu sang istri yang masih mengantri bensin di pom yang sama. Sekitar pukul 12 malam. Eko sendiri, mulai mengantri sekitar pukul 21.00 WIB, dan baru selesai kisaran pukul 23.00 WIB. Sementara, sang istri baru menyusul sekitar pukul 22.00 WIB . “Habis terawih berangkat dari rumah. Antreannya sekitar 3 jam,an ,” jelasnya.
Ia memilih SPBU kaliwates, lantaran pom bensin sekitar rumahnya telah ramai orang antri Sehingga, ia memilih lokasi yang lebih jauh untuk mencari SPBU yang antreannya belum terlalu padat. “Saya antre disini, karena celahnya sedikit. Tadi tidak terlalu ramai, cuma dua baris antrean. Sekarang sudah tiga baris. Kalau pom tegal besar dan sabtuan, full antreannya,” katanya.
Ia berharap, masalah antrean panjang ini dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah atau pusat. Serta ketakutan masyrakat akan kelangkaan BBM tidak benar-benar terjadi. ” Biar masyarakat enak antre bensinnya,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Hiswana Migas Iqbal Wida Fardana mengimbau masyarakat khususnya di Kabupaten Jember agar tidak melakukan pembelian berlebihan (Panic Buying). Sebab, kata Iqbal , stok BBM masih terbilang aman.
Selain itu, pengiriman dari depo arau terminal BBM hingga ke SPBU jember berjalan dengan lancar dan tidak mengalami kendala apapun. “Sekali lagi, saya mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembelian sesuai dengan kebutuhan. Jadi tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” ujarnya.
Penulis : Dang





