Kapolsek Rantau Alai Lakukan Problem Solving di SMAN 1 Kandis, Cegah Potensi Gangguan Kamtibmas

OGAN ILIR, Jelajahindo.com – Jajaran Polsek Rantau Alai Polres Ogan Ilir bergerak cepat melakukan problem solving menyikapi adanya potensi gangguan keamanan di lingkungan SMAN 1 Kandis, Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Rantau Alai IPTU Muhammad Ibnu Irfan, S.H., bersama tiga personel. Langkah tersebut dilakukan setelah pihak sekolah menyampaikan informasi terkait adanya ketidakpuasan seorang siswa terhadap keputusan pihak sekolah yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Siswa berinisial Sohibul bin Sucipto, siswa kelas XII SMAN 1 Kandis, warga Desa Santapan Timur, Kecamatan Kandis, datang ke sekolah untuk mempertanyakan alasan izin tidak masuk sekolah yang diajukannya ditolak, sekaligus mempertanyakan proses dirinya yang dikeluarkan dari sekolah.
Setibanya di sekolah, yang bersangkutan kemudian diamankan dan diarahkan ke ruang Bimbingan Konseling (BK) untuk dilakukan pembinaan serta penyelesaian permasalahan secara persuasif.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Rantau Alai bersama pihak sekolah memberikan pembinaan kepada siswa tersebut. Pihak sekolah juga memberikan penjelasan terkait alasan dan proses keputusan dikeluarkannya yang bersangkutan dari sekolah.
Setelah dilakukan komunikasi dan penyelesaian secara kekeluargaan, siswa tersebut kemudian diserahkan kepada orang tuanya untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Pihak keluarga juga diharapkan dapat mencari solusi alternatif apabila yang bersangkutan masih ingin melanjutkan pendidikan pada jenjang SMA atau sederajat.
Kapolsek Rantau Alai IPTU Muhammad Ibnu Irfan, S.H., mengatakan bahwa kehadiran kepolisian dalam penyelesaian persoalan di lingkungan sekolah merupakan bagian dari upaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan dalam menyelesaikan setiap persoalan, khususnya yang melibatkan pelajar. Permasalahan yang ada hendaknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik sehingga tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolsek mengimbau kepada pihak sekolah, orang tua, serta para siswa agar selalu mengedepankan komunikasi dan tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi suatu permasalahan.
“Setiap persoalan tentu ada jalan keluarnya. Kami berharap pihak sekolah dan orang tua dapat bersama-sama memberikan pembinaan kepada anak-anak agar tetap mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan,” katanya.
Kapolsek juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi serta seluruh pihak dapat menjaga hubungan yang baik demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan kondusif.





