Topik Terkini

Kapolsek Rantau Alai Mengikuti Rapat Koordinasi Pemetaan dan Pendataan Potensi Lahan Jagung di Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2026

OGAN ILIR, Jelajahindo.com – Kapolsek Rantau Alai AKP Suparna mengikuti Rapat Koordinasi Pemetaan dan Pendataan Potensi Lahan Jagung di Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2026, pada Kamis, 05 Februari 2026. Bertempat di Gedung Tunggal Penaluan II Polres Ogan Ilir.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, SIK, Wakapolres Ogan Ilir, Kompol Helmi Ardiansyah, SH, MH, Kadin Pertanian Deddy Setiawan, Kadin PMD Haryadi, Kanwil Bulog, Kabag Ops Polres Ogan Ilir Kompol G. Sakul, SIK, Kabag SDM Polres Ogan Ilir, Kompol Burnani, SH, MH, Kabag Logistik Kompol Ahmad Yani, SH, Kasat Intelkam Polres Ogan Ilir, AKP Hendri Antonius, SH, Kasat Binmas AKP Asmun Zain, SH, Seluruh Camat Kabupaten Ogan Ilir, Seluruh Kades Kabupaten Ogan Ilir, dan Bhabinkamtibmas Polsek Jajaran Polres Ogan Ilir.

Dalam sambutannya, Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, SIK menyampaikan bahwa Polri selalu mendukung dan menyukseskan program Bapak Presiden Republik Indonesia.

“Apa yang sukses di tahun kemarin lebih kita sukseskan lagi di tahun ini. Dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua yang terlibat dalam mendukung program pemerintah dan semoga acara ini kita laksanakan dengan baik,” terang Kapolres Ogan Ilir.

Dalam paparannya, Kapolres Ogan Ilir melalui Kabag SDM Polres Ogan Ilir, Kompol Burnani, SH, MH mengatakan bahwa data hasil produksi pada tahun 2025 total keseluruhan panen jagung pipil berjumlah 279,44. Sebagaimana dana desa untuk panen jagung harus ke bulog, karena data tidak masuk ke Bapak Presiden.

“Jadi dari tanggal 1 sampai dengan 31 Januari tahun 2026 masuk ke bulog untuk wilayah Ogan Ilir sebanyak 10 ton. Dan Polri harus membantu petani mendapatkan untung yang besar. Jumlah 16 Kecamatan di Ogan Ilir target 300 hektar,” ucapnya.

Adapun kegiatan Rapat Koordinasi Pemetaan dan Pendataan Potensi Lahan bertujuan untuk menyelesaikan problematika yang terjadi dalam mendukung program pemerintah 1 hektar 1 desa, dengan menggunakan Dana Desa.

Back to top button