Topik Terkini

HANYA YANG PUNYA MENTAL BUDAK YANG TAK BERANI MELAWAN KEZALIMAN

Oleh :  B. Dt. Panghulu Basa ( Ketua Umum Badko HMI Sumbar Riau 1992-1994 )

Kezaliman tidak selalu hadir dalam bentuk cambuk dan rantai. Di zaman modern, kezaliman sering tampil dengan wajah yang lebih halus: kebijakan yang menindas rakyat kecil, hukum yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas, penguasaan ekonomi oleh segelintir elite, serta pembungkaman kritik atas nama stabilitas.

Dalam perspektif politik, rakyat memilih pemimpin bukan untuk menjadi penguasa yang harus disembah, tetapi pelayan yang wajib mengabdi. Ketika kekuasaan mulai alergi terhadap kritik, lebih suka dipuji daripada dikoreksi, maka saat itulah bibit kezaliman mulai tumbuh. Demokrasi kehilangan ruhnya apabila rakyat hanya diberi hak memilih, tetapi tidak diberi ruang untuk mengawasi dan mengoreksi.

Dalam bidang ekonomi, kezaliman terjadi ketika kekayaan negara bertumpuk pada segelintir orang sementara sebagian besar rakyat berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Harga kebutuhan pokok naik, lapangan kerja semakin sulit, sementara kemewahan para elite dipertontonkan tanpa rasa malu. Ketimpangan yang dibiarkan terus-menerus adalah bentuk kekerasan yang tidak terlihat, namun dampaknya sangat nyata.

Dalam bidang hukum, keadilan sering terasa seperti barang mahal yang hanya mudah diakses oleh mereka yang memiliki kuasa dan harta. Rakyat kecil dihukum cepat, sementara mereka yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan seolah memiliki jalan khusus untuk menghindari pertanggungjawaban. Padahal, tegaknya negara sangat bergantung pada tegaknya hukum yang adil.

Dalam kehidupan sosial, kezaliman muncul ketika masyarakat kehilangan keberanian untuk membela yang benar. Banyak yang memilih diam karena takut kehilangan jabatan, proyek, fasilitas, atau kenyamanan hidup. Padahal diam terhadap kezaliman sering kali merupakan bentuk dukungan tidak langsung terhadap kezaliman itu sendiri. (Red)

Back to top button