Uang Sepuluh Ribu ini Tidak Lagi Berlaku, Berikut Alasannya!!

Jakarta, Jelajahindo.com – Bank Indonesia (BI) mengumumkan kalau uang pecahan sepuluh ribu tahun emisi 2005 sudah tidak lagi berlaku.
Uang kertas dengan khas warna ungu cerah disertai gambar pahlawan nasional Sultan Mahmud Badaruddin II serta Rumah Limas ini, sudah dinyatakan tidak lagi berlaku sejak 2016 silam.
“Masyarakat diberikan kesempatan selama 5 tahun untuk mengembalikan uang, karena setelah 2016 uang tersebut tidak berlaku lagi,” kata Ricky Perdana Gozali, Kepala Perwakilan BI Sumsel, seperti dikutip media ini dari sejumlah sumber, Selasa (8/10/24).
Ricky menambahkan, bagi masyarakat yang masih memiliki uang pecahan tersebut, uang tersebut kini hanya bisa disimpan sebagai koleksi pribadi atau dijual kepada kolektor uang, karena tidak lagi dapat ditukar atau dikembalikan di bank.
Ia juga menjelaskan bahwa pecahan Rp 10 ribu terbaru yang masih berlaku saat ini adalah emisi 2022, dengan gambar utama Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo beserta tulisan ‘Frans Kaisiepo’ dan warna dominan ungu.
“Saat ini, yang berlaku adalah pecahan dengan gambar utama Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo dan tulisan ‘Frans Kaisiepo’, jelas Ricky.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi, berharap dengan adanya Memorabilia ini, pariwisata di Sumatera Selatan semakin berkembang, yang pada akhirnya dapat mendukung perekonomian masyarakat.
Menurut Elen, uang pecahan Rp 10 ribu tahun emisi 2005 ini memiliki keistimewaan karena menampilkan gambar Rumah Limas, sebuah ikon arsitektur tradisional Sumatera Selatan.
“Selain mencerminkan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal, uang ini menjadi bagian dari warisan masyarakat Sumatera Selatan,” kata Elen.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momen ini sebagai pengingat, terutama bagi generasi muda, bahwa Rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan juga simbol persatuan dan pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya.
“Rupiah, dari Sabang sampai Merauke, menghubungkan dan memperkuat keberagaman kita,” tambahnya. (*)
Penulis : Redaksi





