BoltimTopik Terkini

Warga Dusun Lima Panang Kecewa Berat Pernyataan Bupati Soal Royalti, Rahman Salehe Jangan Korbankan Hak Rakyat Demi PAD

BOLTIM Sulawesi Utara – Rasa kecewa mendalam meluap dari ratusan warga Dusun Lima Panang, Desa Kotabunan, menyusul pernyataan Bupati Boltim Oskar Manoppo dalam Rapat Paripurna DPRD pada Jumat malam, 14 Agustus 2026. Dalam forum tersebut, Bupati disebut menyampaikan bahwa kontribusi berupa royalti dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pihak perusahaan dinilai lebih besar dibandingkan manfaat yang dimiliki masyarakat setempat.

Pernyataan ini langsung memicu sorotan tajam sekaligus pembelaan tegas dari Anggota DPRD Rahman Salehe.

“Kami sangat sedih dan kecewa. Apakah nilai uang satu‑satunya ukuran, Kami tidak bicara soal siapa yang memberi lebih banyak uang, tapi soal hak hidup dan tanah leluhur yang kami jaga ratusan tahun,” ujar warga dengan nada getir.

“Kami mengais rezeki dengan cara sederhana dan aman, bukan merusak. Jangan sampai kami dianggap tidak bernilai hanya karena tidak menyetor uang besar ke kas daerah.”

Merespons hal itu, Rahman Salehe menegaskan sikapnya tanpa ragu

“Warga Panang memiliki hak yang sah dan berharga atas tanah yang mereka tempati dan kelola turun‑temurun selama ratusan tahun. Jangan hanya karena berharap besar pada royalti untuk menambah PAD, lalu kepentingan dan keadilan bagi rakyat harus dikorbankan. Tanah itu bukan sekadar angka rupiah, melainkan nyawa dan masa depan generasi mereka.”

Ia menambahkan bahwa pendapatan daerah memang penting, namun tidak boleh mengesampingkan hak asasi dan keadilan bagi warga yang lebih dulu ada di sana.

“Kemajuan Daerah tak boleh dibangun di atas penderitaan rakyat kecil. Negara hadir untuk melindungi, bukan membiarkan rakyatnya tergusur demi keuntungan sesaat,” tegas Rahman Salehe.

Warga berharap Pemerintah Daerah segera duduk bersama mereka secara terbuka, mendengar fakta sejarah dan kenyataan di lapangan, serta mencari solusi yang adil tanpa mengorbankan hak hidup mereka.

“Kami tetap cinta daerah ini, tetap patuh aturan. Tapi tolong, hargai keberadaan kami di tanah sendiri,” pungkas warga.

Tinggalkan Balasan

Back to top button