DaerahKuantan Singingi (Kuansing)Riau

Excavator Sumitomo yang Diamankan BKSDA Riau Diduga Hilang, Kabid KSDA: Ini Pelanggaran Serius

Kuansing – Kasus penertiban alat berat di kawasan konservasi kembali memanas. Excavator merek Sumitomo berwarna kuning yang sebelumnya berhasil diamankan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau Resort Petai pada Selasa (2/9/2025) di kawasan Suaka Margasatwa Desa Pangkalan Indarung, Kecamatan Singingi, Kuantan Singingi, dikabarkan sudah tidak berada lagi di lokasi.

Informasi yang beredar, alat berat tersebut diduga telah digeser oleh pemiliknya, seorang pria berinisial Iyus, yang sebelumnya disebut-sebut sebagai pemilik excavator.

Kabid KSDA Geram

Menanggapi kabar hilangnya barang bukti tersebut, Kabid KSDA Wilayah I BKSDA Riau, Amri, S.H., M.Hum., mengaku geram dan segera memerintahkan anggotanya untuk turun kembali mengecek ke lokasi.

Kalau benar alat itu sudah tidak ada, jelas ini pelanggaran serius. Kami sudah utus anggota untuk cek langsung ke lapangan,” tegas Amri ketika dikonfirmasi, Rabu (3/9/2025).

Amri menegaskan, pemilik alat bisa dijerat dengan pasal berlapis karena bukan hanya melakukan aktivitas ilegal di kawasan konservasi, tetapi juga menghilangkan barang bukti yang sudah diamankan aparat.

Ajakan ke Publik dan Media

Selain itu, Amri juga mengimbau agar masyarakat dan media turut berperan aktif dalam mengawasi serta melaporkan apabila mengetahui keberadaan alat berat tersebut.

“Kami berharap rekan-rekan media dan masyarakat sama-sama membantu menjaga kelestarian hutan. Kalau ada yang melihat keberadaan alat ini, segera laporkan kepada pihak kami,” ungkapnya.

Sorotan Publik

Hilangnya excavator yang sebelumnya diamankan BKSDA menimbulkan tanda tanya besar sekaligus kecurigaan adanya permainan di balik layar. Publik menilai kasus ini tidak boleh berhenti di tengah jalan.

Aktivitas perambahan hutan dengan menggunakan alat berat di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang–Baling bukanlah kejahatan biasa. Kawasan konservasi tersebut merupakan habitat satwa dilindungi seperti harimau sumatera, tapir, hingga beruang madu, yang kini semakin terancam akibat praktik ilegal.

Kini, masyarakat menunggu langkah tegas BKSDA bersama aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti kasus ini, termasuk mengungkap siapa saja aktor di balik raibnya excavator tersebut.

Back to top button