Bupati Oskar Turun Langsung ke Lanut, Persoalan Lingkungan hingga Rumah Retak Dikaji

Boltim – Keluhan warga Desa Lanut, Kecamatan Modayag, akhirnya mendapat perhatian langsung Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Bupati Boltim Oskar Manoppo, S.E., M.M., turun meninjau kondisi di desa tersebut pada Sabtu (5/9/2026), menyusul sejumlah persoalan yang sebelumnya disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Pemkab Boltim dengan masyarakat Desa Lanut. Sejumlah persoalan menjadi perhatian, mulai dari aktivitas di wilayah tersebut, dugaan belum terpenuhinya dokumen lingkungan, hingga kerusakan rumah yang dikeluhkan warga.
Dalam peninjauan itu, Oskar didampingi Tim Terpadu bersama unsur terkait. Pemerintah ingin melihat secara langsung kondisi di lapangan sebelum menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
Bagi Oskar, kehadiran pemerintah di Desa Lanut sekaligus menunjukkan bahwa keluhan masyarakat tidak dibiarkan berlarut tanpa penyelesaian.
“Pemerintah daerah turun ini atas pertemuan kemarin dengan masyarakat Lanut. Intinya pemerintah daerah tidak ada pembiaran dengan kasus yang ada di sini, baik menyangkut masalah KUD Nomontang, kemudian masyarakat yang ada di dalamnya,” ujarnya.
Pemkab Boltim Bakal Kaji Aktivitas di Desa Lanut
Setelah melihat kondisi di lapangan, Pemkab Boltim akan membawa berbagai temuan tersebut untuk dibahas lebih lanjut. Kajian tidak hanya diarahkan pada persoalan teknis, tetapi juga menyentuh aspek legalitas kegiatan yang berlangsung di kawasan tersebut.
Dokumen lingkungan turut menjadi perhatian pemerintah. Beberapa dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), akan menjadi bagian dari kajian.
Pemerintah daerah ingin memastikan setiap aktivitas yang berlangsung memiliki dasar dan memenuhi ketentuan yang diperlukan, terlebih ketika aktivitas tersebut bersinggungan langsung dengan lingkungan serta kehidupan masyarakat.
“Semua persoalan ini kami akan bahas di pemerintah daerah tentang teknis dan lain sebagainya, apakah yang ada di seputaran ini legalitasnya dan lain sebagainya pemerintah akan kaji karena ada beberapa yang menyangkut AMDAL-nya, UKL-UPL-nya tidak ada. Itu jadi dasar yang kuat,” kata Oskar.
Kajian tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi sebenarnya sekaligus menjadi pijakan pemerintah dalam menentukan keputusan berikutnya.
Rumah Warga Retak, Keselamatan Masyarakat Jadi Perhatian
Persoalan yang ditemukan di Desa Lanut tidak berhenti pada aspek dokumen dan legalitas. Kondisi permukiman warga juga menjadi perhatian serius dalam kunjungan Bupati Boltim.
Sejumlah rumah dilaporkan mengalami keretakan. Selain itu, keberadaan lubang-lubang pada beberapa titik kawasan turut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan mereka.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah mempertimbangkan sejumlah alternatif penanganan. Salah satunya adalah kemungkinan relokasi warga apabila berdasarkan kajian nantinya langkah tersebut memang diperlukan.
Namun, opsi relokasi tidak akan diputuskan secara sepihak. Pemerintah akan membahasnya bersama pihak-pihak terkait, termasuk KUD Nomontang maupun pemilik lahan di Desa Lanut.
“Terjadi persoalan keretakan rumah kemudian segala macam yang lubang-lubang di atas itu, apakah akan langkah relokasi ke lahan lain, itu akan dibahas secara khusus dengan pihak Nomontang ataupun pihak pemilik lahan khususnya yang ada di Desa Lanut,” ujar Bupati.
Pembahasan tersebut menjadi penting karena keputusan yang diambil nantinya bukan hanya berkaitan dengan penanganan kondisi fisik di lapangan, tetapi juga menyangkut tempat tinggal dan keselamatan masyarakat.
Warga Apresiasi Bupati Oskar Datang Langsung ke Lokasi
Kehadiran Bupati Oskar Manoppo bersama jajaran pemerintah daerah mendapat respons positif dari masyarakat Desa Lanut.
Tokoh masyarakat setempat, Harmoko Mondo, mengapresiasi langkah pemerintah yang tidak hanya menerima laporan warga, tetapi datang langsung melihat kondisi yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat.
“Kami sebagai masyarakat Desa Lanut tentu sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya Bapak Bupati yang sudah merespons apa yang menjadi keluhan masyarakat,” kata Harmoko.
Peninjauan langsung tersebut kini membuka harapan bagi warga agar persoalan yang mereka sampaikan dapat segera memperoleh kepastian.
Masyarakat masih menunggu hasil kajian pemerintah daerah, terutama mengenai aspek lingkungan, legalitas aktivitas, kerusakan rumah serta kondisi kawasan yang dinilai berpotensi mengganggu keselamatan.
Hasil kajian itu nantinya akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah yang akan ditempuh Pemkab Boltim bersama KUD Nomontang, pemilik lahan dan pihak terkait lainnya.
Bagi warga, penyelesaian yang diharapkan bukan sekadar menjawab persoalan administratif. Kepastian terhadap keamanan lingkungan dan keselamatan masyarakat menjadi hal utama yang mereka nantikan.
Dengan turunnya Bupati Oskar Manoppo bersama Tim Terpadu ke Desa Lanut, penanganan persoalan tersebut kini memasuki tahapan lebih lanjut. Pemerintah daerah diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret setelah seluruh aspek teknis, lingkungan dan legalitas selesai dikaji. (FAM)





