BoltimTopik Terkini

DPRD dan Pemda Siap Pasang Badan Kepada Para Penambang Tradisonal

BOLTIM Sulawesi Utara – Kabar menggembirakan datang dari jajaran pimpinan daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Wakil Ketua DPRD Boltim Meidy Lensun, Anggota DPRD Rahman Salehe, serta Wakil Bupati Boltim menyatakan sikap tegas, siap berdiri di barisan depan dan “pasang badan” bersama masyarakat penambang tradisional, khususnya warga Dusun Lima Panang, untuk memperjuangkan hak-hak mereka atas tanah leluhur dan akses rezeki yang selama ini menjadi sumber kehidupan turun-temurun, (20/08/2026).

Wakil Ketua DPRD Boltim Meidy Lensu, mengatakan dengan tegas,

“Kami tidak akan membiarkan rakyat kecil dikorbankan semata-mata demi keuntungan pihak lain. Hak masyarakat atas tanah leluhur dan akses rezeki yang sudah dijalani ratusan tahun itu harus dihormati. Saya siap pasang badan, duduk bersama, dan memperjuangkan ini sampai tuntas, tidak boleh ada warga yang diusir dari tanah sendiri tanpa solusi yang adil dan layak,” tegas Meidy Lensun.

Sebelumnya Rahman Salehe juga mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah mundur demi kepentingan rakyat dalam Rapat Paripurna Jumat 14 agustus lalau.

“Saya sudah katakan sebelumnya, tidak akan mundur selangkah pun. Dan hari ini, saya tidak sendirian. Bersama Wakil Ketua DPRD dan Wakil Bupati, kami berdiri satu tujuan, keadilan untuk warga Panang. Pembangunan boleh berjalan, tapi rakyat tidak boleh dikorbankan. Kami akan terus bersuara, terus memperjuangkan, dan terus memastikan bahwa penambang tradisional tetap punya tempat dan hak yang diakui di tanah sendiri,” ujar Rahman Salehe dengan penuh semangat.

Sementara itu, Wakil Bupati Boltim menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir untuk melindungi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya pihak yang memiliki modal besar.

“Kami akan mengupayakan jalan tengah yang menguntungkan semua pihak, perusahaan tetap beroperasi sesuai aturan, namun masyarakat penambang tradisional juga tetap dihormati haknya dan diberi ruang untuk hidup bermartabat. Kami tidak akan membiarkan rakyat diabaikan,” ujarnya.

Kehadiran dan sikap tegas ketiga tokoh daerah ini disambut haru dan semangat oleh ratusan warga yang hadir. Akhirnya, ada harapan bahwa suara mereka didengar dan diperjuangkan oleh para pemimpin yang benar-benar hadir di tengah-tengah mereka.

“Kami tidak menolak pembangunan. Kami hanya meminta satu hal: jangan lupakan kami. Terima kasih kepada Bapak Meidy Lensun, Bapak Rahman Salehe, dan Wakil Bupati yang siap berdiri bersama kami. Semoga ini menjadi awal keadilan yang sesungguhnya untuk kami, rakyat kecil di Dusun Lima Panang,” ujar warga.

(Andry)

Tinggalkan Balasan

Back to top button