JakartaTopik Terkini

Kasus Don Ritto Melebar, Penyidik Kejagung Siap Telusuri Aliran Dana Diduga Masuk ke Pilkada 2024

JAKARTA – Penyidikan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Don Ritto terus melebar dan semakin mendalam. Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) kini menegaskan siap menelusuri hingga ke akar‑akarnya setiap aliran dana, termasuk isu yang menguat belakangan ini.

Dugaan sebagian dana tersebut mengalir menjadi sumbangan atau donasi kampanye bagi salah satu calon Kepala Daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024.

Kasus ini bermula dari perkara dugaan korupsi yang juga menjerat mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Don Ritto menjadi tersangka karena diduga menggunakan empat perusahaan miliknya sebagai wadah atau “saluran” untuk menyamarkan uang hasil kejahatan tersebut . Barang bukti yang disita sangat besar: 74 kilogram emas batangan, uang tunai sekitar Rp 536 miliar, serta dokumen‑dokumen penting lainnya.

Kini sorotan penyidik tak hanya berhenti pada uang dan aset yang sudah disita. Penyidik bertekad menelusuri ke mana saja dana itu berpindah tangan, termasuk kemungkinan adanya aliran dana ke ranah politik.

“Kami tidak akan menutup kemungkinan apa pun. Setiap jejak uang akan kami telusuri, dari mana asalnya, siapa yang memindahkan, dan siapa saja yang menerima, sampai jelas semuanya,” ungkap sumber di lingkungan penyidik, (15/08/2026).

Dugaan ini menyita perhatian publik karena jika benar terbukti, maka yang tersangkut bukan sekadar pencucian uang biasa, melainkan percampuran kejahatan dengan proses demokrasi yang menyangkut pemimpin rakyat.

“Jika ada dana haram masuk ke dalam perjuangan politik, maka itu juga merugikan rakyat yang berhak mendapatkan pemimpin yang bersih jalannya,” tegas warga yang memantau perkembangan kasus ini.

Hingga kini belum ada nama calon yang disebut‑sebut secara resmi. Namun penyidik berjanji, siapa pun yang terbukti menerima aliran dana tersebut, proses hukum akan tetap berjalan tegas tanpa pandang bulu.

“Kebenaran harus terungkap utuh, meskipun jalannya panjang dan berliku,” tambah penyidik.

Masyarakat berharap Kejagung benar‑benar tuntas membongkar kasus ini, sehingga rakyat tahu dengan jelas: dari mana uang itu berasal, ke mana mengalir, dan siapa saja yang sebenarnya terlibat di baliknya.

(Andry)

Tinggalkan Balasan

Back to top button