DaerahHukum & KriminalSumatera UtaraTapanuli Selatan

Puluhan Massa DPD LSM WIB Unras di Depan Kantor Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan dan Kejari


Tapanuli Selatan, Jelajahindo.com –
Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Waktu Indonesia Bergerak (DPD LSM WIB) melakukan Unjuk Rasa (Unras) di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan di Sipirok, Kamis (5/12/24).

Di depan kantor Disdik Tapsel, Koordinator Aksi, Raynaldi Siregar mengatakan bahwa berdasarkan hasil investigasi dan informasi yang kami himpun dilapangan diduga Disdik Kabupaten Tapanuli Selatan (Kab Tapsel) mengintervensi para Kepala Sekolah (Kasek) di Kab Tapsel agar membeli lemari yang dibayar melalui Biaya Operasional Sekolah (BOS) TA. 2024.

“Kami menduga bahwa lemari tiga pintu yang diberikan kepada para Kepala Sekolah di seluruh Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan titipan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan Tapsel,” ujar Raynaldi.

Bedasarkan informasi yang kami dapat dilapangan dan keterangan-keterangan dari pihak sekolah mengeluhkan akan kondisi lemari karena memakai kayu yang diduga tidak berkualitas dan harga dari lemari tiga pintu tidak sesuai dengan harga pasaran.

“Pengadaan lemari bukan berdasarkan kebutuhan sekolah dan tidak masuk dalam Rencana Anggaran Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS),” jelasnya.

Pantauan dilapangan, tidak satu orangpun pegawai maupun honorer dari Disdik Kabupaten Tapanuli Selatan yang datang menyahuti para Unras tersebut.

Setelah itu DPD LSM WIB melanjutkan aksi Unras di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapanuli Selatan di Sipirok.Dengan penuh kesadaran meyakini adanya kejanggalan pada pengadaan lemari tiga pintu kepada sekolah-sekolah yang ada di Tapanuli Selatan.

“Kami menduga bahwa adanya intervensi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan untuk pengadaan lemari tiga pintu tersebut,” ungkap Raynaldi di depan Kejari Tapsel.

Menyahuti aksi Unras, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Tapsel, Obrika Yandi Simbolon, SH mengatakan kepada adek-adek mahasiswa yang melakukan aksi Unras agar membuat Pengaduan Masyarakat (Dumas) kepada kami untuk dapat (bisa) kita tindak lanjuti.

“Buatkan laporan Dumas ke Kejari Tapsel agar kita akan tindak lanjuti,” ujar Kasi Intel.

Mendegar jawaban Kasi Intel Kejari Tapsel, kemudian massa LSM WIB membubarkan diri dengan tertib saling bersalaman dengan Kasi Intel

Sementara ketika ditemui wartawan Ketua DPD WIB (Waktu Indonesia Bergerak) Tapanuli Selatan Burhanuddin Hutasuhut mengatakan,” Dalam waktu dekat kita akan membuat laporan ke Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan terkait Pengadaan Lemari yang diduga dari Dana BOS TA , 2024.”Ujarnya. (Tim) 







Back to top button