Tangis dan Rintih Warga Dusun Lima Panang, Tanah Mengais Rezeki Kini Jadi Milik Perusahaan

BOLTIM Sulawesi Utara – Kesedihan mendalam menyelimuti warga Dusun V Panang, Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan, Tanah dan lokasi tambang yang selama puluhan tahun menjadi sumber kehidupan dan tempat mereka mengais rezeki secara turun-temurun, kini terancam direbut dan mereka diminta untuk pergi oleh sebuah perusahaan, Yang paling menyakitkan bagi warga, langkah ini seolah berjalan sepi, seakan Pemerintah tidak berpihak terhadap nasib mereka, (05/08/2026).
Dengan air mata yang tak terbendung, para petambang rakyat menceritakan bagaimana setiap butir pasir dan batu yang mereka ambil adalah hasil keringat dan perjuangan untuk memberi makan anak istri.
“Kami bukan pencuri, kami hanya rakyat kecil yang bekerja jujur. Di sini kakek, bapak, sampai kami mencari nafkah. Sekarang mereka datang mengaku punya surat dan menyuruh kami pergi. Ke mana kami harus pulang,” rintih salah satu warga dengan suara bergetar.
Masyarakat merasa kecewa karena selama ini sering mendengar janji bahwa Negara hadir untuk rakyat, namun kenyataannya ketika hak rakyat terampas oleh pihak yang lebih kuat, perlindungan itu tak kunjung terlihat.
Warga mempertanyakan ke mana perginya keadilan, mengapa warisan leluhur yang dikelola secara tradisional justru diakui milik orang lain dalam sekejap mata.
“Kami tidak menolak pembangunan, tapi jangan sampai pembangunan itu menginjak-injak nyawa kami. Jangan biarkan kami diusir dari tanah sendiri tanpa ada solusi yang adil,” tegas warga.
(Andry)




