Polsek Indralaya dan Tim Gabungan Jinakkan Karhutla di Tanjung Seteko, Api Padam Total

LOGAN ILIR, Jelajahindo.com – Personel Polsek Indralaya bersama jajaran Polres Ogan Ilir, BKO Polda Sumatera Selatan, TNI, BPBD, Damkar Kabupaten Ogan Ilir serta masyarakat bergerak cepat melakukan mitigasi dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai sekitar pukul 15.35 WIB hingga 21.30 WIB tersebut dilakukan di kawasan depan Gerbang Danau Biru, tepatnya di samping Tol Palindra Km 19. Berdasarkan hasil pengecekan, titik kebakaran berada pada koordinat -3,2102563, 104,6861143 dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 3 hektare.

Lokasi yang terbakar merupakan kawasan semak belukar dan hutan gelam dengan kondisi tanah semi gambut. Status lahan diketahui merupakan Areal Penggunaan Lain (APL). Kondisi lahan rawa yang telah mengering membuat vegetasi di sekitar lokasi mudah terbakar dan api berpotensi meluas apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Dalam upaya pemadaman, tim gabungan melakukan pemadaman secara darat dengan cara manual serta menggunakan mesin pompa jinjing. Sumber air diperoleh dari kanal yang masih memiliki persediaan air. Selain itu, pemadaman juga dibantu dengan suplai air dari kendaraan taktis (Rantis) AWC Polres Ogan Ilir.
Petugas harus menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Kondisi lahan yang berupa semak belukar dan hutan gelam, ditambah karakter tanah semi gambut serta minimnya sumber air, membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan penanganan ekstra.
Berkat kerja sama seluruh personel dan masyarakat, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam total pada malam hari.
Kapolsek Indralaya IPTU Rangga Saputra, SH, MH mengatakan, pihaknya bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap lokasi yang sebelumnya terbakar guna memastikan tidak terdapat bara api yang dapat kembali memicu kebakaran.
“Kami bersama personel gabungan terus berupaya melakukan pemadaman secara maksimal serta memastikan titik api benar-benar padam. Kondisi lahan yang kering dan semi gambut menjadi perhatian karena api dapat kembali muncul apabila masih terdapat bara di dalam tanah,” ujar Kapolsek.
Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, tidak hanya aparat, tetapi juga pemerintah daerah dan masyarakat.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama pada kondisi cuaca panas dan lahan yang mudah terbakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan Karhutla.
Polsek Indralaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan mitigasi, patroli, pengecekan titik hotspot dan respons cepat terhadap setiap laporan kebakaran hutan dan lahan, sebagai langkah mencegah meluasnya Karhutla serta menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah hukum Polsek Indralaya.





