Merawat Urat Nadi Ekonomi dan Marwah Adat: Catatan Kritis untuk Renovasi Pasar Serikat Batusangkar.

oleh : Koko Priemajaya S.Hum. ( Div. Kebijakan Publik LBH Pusako Tanah Datar )
Pasar Batusangkar atau yang kini dikenal sebagai Pasar Serikat C bukan sekadar titik temu transaksi jual beli harian di jantung Luhak Nan Tuo. Lahir dari sejarah panjang pasca-Perang Padri dan dikelola melalui semangat persekutuan antar-nagari, pasar ini adalah jantung ekonomi sekaligus ruang kultural masyarakat Tanah Datar.
Bagi penulis—yang lahir dan besar di Jantung Luhak Nan Tuo, berkeliaran di sudut-sudut pasar ini menjadi bagian yang tidak akan hilang dari ingatan, bahkan tidak jarang penulis terlelap siang di atas lapak buah-buahan serta meja kecil para pedagang setiap diajak oleh ayahanda tercinta untuk sekedar menikmati keramaian pasar sepulang sekolah, maka tentu saja lorong-lorong Pasar Serikat ini menyimpan memori kolektif yang sangat intim bagi penulis.
Pasar Batusangkar atau yang kini dikenal sebagai Pasar Serikat C bukan sekadar titik temu transaksi jual beli harian di jantung Luhak Nan Tuo. Lahir dari sejarah panjang pasca-Perang Padri dan dikelola melalui semangat persekutuan antar-nagari, pasar ini adalah jantung ekonomi sekaligus ruang kultural masyarakat Tanah Datar. Oleh karena itu, rencana renovasi atau revitalisasi yang sedang digulirkan patut disambut dengan optimisme, namun tetap harus dikawal dengan kehati-hatian yang matang.
Dalam proses revitalisasi ini, pelibatan para niniak mamak (pemangku adat) melalui musyawarah mufakat menjadi kunci yang tidak boleh dilewatkan. Mengingat Pasar Serikat C berdiri di atas nilai-nilai kultural dan semangat persekutuan nagari yang kuat, petuah serta kebijaksanaan para pemuka adat sangat dibutuhkan untuk menjaga keselarasan antara kemajuan zaman dan akar tradisi.
Kehadiran dan restu niniak mamak akan lebih memastikan bahwa setiap langkah pembangunan tetap berpijak pada norma adat yang berlaku, sehingga pasar ini tidak hanya menjadi pusat perniagaan yang modern, tetapi juga tetap merawat marwah dan keharmonisan sosial masyarakat adat di Luhak Nan Tuo.
Secara fungsi, transformasi Pasar Batusangkar dari pasar tradisional mingguan menjadi pasar harian menunjukkan bahwa kawasan ini adalah penopang utama logistik dan dapur ekonomi ribuan warga. Renovasi fisik tentu mendesak dilakukan demi menciptakan fasilitas yang lebih bersih, modern, aman, dan nyaman. Namun, pemerintah perlu memastikan bahwa proses pembaruan ini tidak mengorbankan hak hidup para pedagang kecil.
Kebijakan relokasi sementara, transparansi pembagian lapak pascarenovasi, serta keterjangkauan retribusi harus menjadi prioritas agar modernisasi pasar tidak berujung pada marginalisasi pedagang lokal.
Selain aspek ekonomi dan sosial, renovasi fisik pasar di Luhak Nan Tuo harus mampu mencerminkan identitas visual nagari. Seringkali di beberapa daerah pembangunan berkonsep modern mengabaikan ciri khas estetika lokal, sehingga bangunan pasar tampak asing di tengah lanskap budaya setempat.
Pemerintah dan perencana tata ruang perlu mengintegrasikan elemen arsitektur tradisional—seperti sentuhan ornamen atau filosofi bangunan khas Minangkabau—agar pasar ini tidak hanya menjadi pusat perdagangan yang fungsional, tetapi juga etalase budaya yang membanggakan bagi setiap pengunjung yang datang ke jantung Kabupaten Tanah Datar.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memegang tanggung jawab besar untuk tidak terjebak pada pendekatan pembangunan yang parsial atau sekadar mengejar target fisik semata. Revitalisasi Pasar Serikat Batusangkar harus diletakkan dalam kerangka pembangunan yang inklusif, modern secara infrastruktur, adil bagi pedagang, dan lestari secara kultural.
Jika tata kelola renovasi ini dilakukan secara transparan, partisipatif, dan menghormati hak-hak kultural masyarakat adat, maka Pasar Batusangkar tidak hanya akan bertransformasi menjadi bangunan fisik yang megah, tetapi juga tetap kokoh sebagai simbol kebersamaan dan martabat ekonomi masyarakat Minangkabau. (Red)
Referensi Terkait
Contoh peristiwa/kegiatan sejenis; bukan bukti kejadian dalam artikel.




