Topik Terkini

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Kapolsek Muara Kuang Beserta Jajaran Mengikuti Giat TFG

OGAN ILIR, Jelajahindo.com – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan menyatukan persepsi dalam pengamanan, Kapolsek Muara Kuang IPTU Rangga Saputra, S.H., M.H, mengikuti kegiatan Tactical Floor Game (TFG). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 27 April 2026, bertempat di Aula Tathtya Dharaka Mapolres Ogan Ilir, mulai pukul 09.40 WIB s.d 11.30 WIB.

Hadir dan mengikuti kegiatan tersebut, Kapolsek Muara Kuang IPTU Rangga Saputra, S.H., M.H bersama para Pejabat Utama (PJU) dan seluruh Kapolsek jajaran. Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakapolres Ogan Ilir Kompol Helmi Ardiansah, S.H., M.H.

Kegiatan ini merupakan langkah antisipatif guna memetakan potensi gangguan keamanan serta mematangkan strategi penanganan aksi unjuk rasa agar berjalan aman, tertib, dan humanis.

Dalam arahannya, Waka Polres menegaskan bahwa TFG sangat penting untuk memberikan gambaran nyata kepada seluruh personel terkait pola pengamanan dan penanganan situasi, terutama jika terjadi eskalasi massa.

“Melalui kegiatan ini, seluruh personel diharapkan sudah memahami tugas dan perannya masing-masing. Jangan sampai saat di lapangan justru terjadi kebingungan dalam bertindak. Pastikan kemampuan personel dan kelengkapan alat Dalmas dalam kondisi siap pakai,” tegas Kompol Helmi.

Ia juga memerintahkan kepada para Kapolsek untuk memastikan anggotanya benar-benar memahami prosedur dan siap digerakkan sewaktu-waktu.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Ogan Ilir Kompol Georgia Absalom Sakul, S.I.K, menjelaskan bahwa metode TFG menggunakan media peta maket, denah lokasi, dan sketsa visual untuk menggambarkan situasi riil di lapangan.

“Dalam TFG ini disimulasikan pergerakan pasukan, pola pengamanan, hingga langkah-langkah penanganan apabila terjadi eskalasi situasi, sehingga seluruh personel memiliki gambaran yang sama dan sinkron dalam bertindak,” jelasnya.

Melalui simulasi taktis ini, diharapkan tercipta penyatuan persepsi antar fungsi, mulai dari Dalmas awal, Dalmas lanjut, hingga unsur pendukung lainnya.

Dengan demikian, penanganan aksi unjuk rasa dapat dilakukan secara profesional, terukur, dan tetap mengedepankan aspek humanis. Kegiatan ini juga menjadi upaya preventif untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir agar tetap kondusif.

Back to top button