Boltim

Rakyat Tak Lagi Punya Kuasa di Tanah Leluhur, Warga Dusun Lima Panang Desak Negara Benar‑Benar Hadir

BOLTIM Sulawesi Utara – Perasaan tak berdaya kini menyelimuti warga Dusun Lima Panang, Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Di tanah tempat mereka lahir, tumbuh, dan kakek‑nenek moyang dimakamkan, kini rakyat seolah tak lagi memiliki kuasa sedikit pun. Akses ke sumber kehidupan ditutup, plang‑plang larangan dipasang di mana‑mana, dan keberadaan mereka perlahan digeser, seolah mereka hanyalah tamu asing di atas tanah sendiri.

“Tanah ini bukan pemberian perusahaan, bukan pula pemberian pejabat. Ini tanah leluhur yang dijaga dan diwariskan dari ratusan tahun silam. Namun hari ini, kami yang tahu seluk beluk tanah ini justru tidak boleh berbuat apa Kami tidak punya kuasa lagi meski hanya untuk mengambil sedikit tanah demi makan hari ini,” ungkap salah Rusmin Mamonto yang selalu di sapa Aba, dengan suara bergetar menahan kepedihan, (14/08/2026).

Warga merasa keberadaan negara yang selama ini diharapkan melindungi rakyat, kini terasa jauh.

“Kami mendengar kata ‘Negara Hadir’ di mana‑mana. Tapi mengapa di sini, di tanah kami sendiri, yang terasa justru sebaliknya, Larangan datang lebih dulu, perintah mengusir terdengar lebih tegas daripada janji melindungi,” keluh Rusmin Mamonto

Masyarakat tidak menolak aturan, tidak menolak kemajuan. Yang mereka minta sederhana: jangan sampai kehadiran perusahaan mengorbankan nyawa rakyat yang sudah lebih dulu ada di sini.

“Kami memohon bukan untuk diberi kemewahan. Kami hanya meminta satu hal Negara benar‑benar hadir untuk mendengar, melihat, dan memihak keadilan. Jangan biarkan kami yang sudah ratusan tahun menjaga tanah ini, akhirnya terasing dan tak punya tempat berpijak sama sekali,” Rusmin Mamonto.

Harapan mereka tetap satu: biarkan keadilan yang berbicara, bukan kekuasaan semata. Karena jika rakyat kehilangan kuasa di tanah sendiri, lalu untuk siapa sebenarnya tanah dan kekayaan alam ini diperuntukkan.

(Andry)

Tinggalkan Balasan

Back to top button