Topik Terkini

Kapolsek Rantau Alai Melayat ke Rumah Duka, Wujud Empati Polri kepada Masyarakat

OGAN ILIR, Jelajahindo.com – Kapolsek Rantau Alai IPTU Agus Masyudhi, SH, MH, menunjukkan kepedulian sosialnya dengan melayat ke rumah duka almarhum Herman Bin Damsidi (46) warga Desa Mekarsari, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Minggu pagi (28/9/2025). Kehadiran Kapolsek beserta jajaran menjadi simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat, tak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam momen duka.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek IPTU Agus Masyudhi, SH, MH, menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum. Ia mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Herman Bin Damsidi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan menghadapi ujian ini, ” ucap Kapolsek IPTU Agus.

Tak hanya sekedar hadir, Kapolsek Rantau Alai juga menyempatkan diri untuk berbincang langsung dengan keluarga dan para pelayat. Dalam suasana haru tersebut, kehadiran Polsek Rantau Alai menjadi penyejuk hati bagi keluarga yang tengah berduka, sekaligus mempererat jalinan emosional antara polisi dan masyarakat.

Suasana di rumah duka tampak dipenuhi oleh pelayat dari berbagai kalangan, mulai dari sanak saudara, tetangga, hingga masyarakat sekitar. Rasa duka mendalam terlihat dari isak tangis keluarga dan kerabat almarhum yang kehilangan sosok tercinta.

Kegiatan melayat ini menjadi bagian dari komitmen Polsek Rantau Alai, Polres Ogan Ilir dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Dalam berbagai kesempatan, Kapolsek Rantau Alai menegaskan bahwa Polri bukan hanya bertugas menjaga ketertiban, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat, berbagi suka maupun duka.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu ada untuk masyarakat, tidak hanya saat menjaga keamanan, tetapi juga ketika masyarakat mengalami kesedihan. Semoga kehadiran kami bisa sedikit meringankan beban keluarga yang berduka, ” ujar IPTU Agus Masyudhi.

Sebagaimana diketahui, bahwa almarhum Herman Bin Damsidi ini meninggal setelah tertembak senapan angin pada hari Sabtu, 27 September 2025 sekira pukul 21.30 WIB.

“Pada saat itu korban berboncengan bersama menantunya sehabis mancing, kemudian menghampiri pondok semangka dengan tujuan mau mengambil cabe dan terong dan ternyata didalam pondok itu ada pelaku yang kagek melihat korban hendak masuk kedalam pondok sambil membawa parang,” kata IPTU Agus.

Setelah di senter i oleh pelaku, korban mengayunkan parangnya hendak membacok pelaku, kemudian pelaku yang baru terbangun dari tidurnya secara spontan mengambil senapan angin PCP.

“Kemudian pelaku menembakkan senapan angin tersebut dan mengenai dada korban dan menembakkan lagi ke menantu korban. Korbanpun mengaku kepada pelaku bahwa dirinya bernama Her yang merupakan tetangganya sendiri. Pelaku pun akhirnya membawa korban dan anak menantunya berobat ke Bidan Desa Mekarsari dan diarahkan untuk membawa korban ke RSUD Kayuagung,” kata Kapolsek.

Sekira pukul 22.30 Wib, setelah dilakukan tindakan medis dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung korban dinyatakan meninggal dunia.

“Kini tersangka beserta barang bukti berupa satu unit senjata senapan angin jenis PCP sudah di amankan di Polres Ogan Ilir untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas IPTU Agus.

Back to top button