BoltimTopik Terkini

Pernyataan Bupati Oskar Manoppo Soal Royalti dan PAD, Rahman Salehe Tegas Tetap Berjuang Bersama Rakyat

BOLTIM Sulawesi Utara — Pernyataan Bupati Boltim Oskar Manoppo dalam Rapat Paripurna DPRD pada Jumat, 14 Agustus 2026, yang menyebutkan bahwa kontribusi royalti dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pihak perusahaan jauh lebih besar dibandingkan manfaat yang diberikan oleh masyarakat penambang tradisional Dusun Lima Panang, kini memicu gelombang kekecewaan dan protes tajam dari warga.

Warga menilai pernyataan tersebut sangat menyakitkan dan seolah-olah Pemerintah Daerah lebih berpihak kepada perusahaan daripada rakyat yang memilih mereka.

“Apakah kami hanya dihitung dari uang yang kami setor ke kas Daerah, Apakah karena kami penambang rakyat yang sederhana, rezeki kami sedikit, lalu kami dianggap tidak berharga, Jangan tutup mata, Bapak Bupati. Ingatlah  kami rakyatlah yang menjadikan kalian sebagai pemimpin Daerah ini,” ujar Warga, (20/08/2026).

Warga menambahkan bahwa tidak menolak pembangunan, tidak menolak perusahaan, dan tidak menolak kemajuan Daerah. Namun kami mempertanyakan, apakah kemajuan Daerah harus dibangun di atas pengorbanan rakyat kecil yang sudah ada sejak ratusan tahun di tanah tersebut.

“Kami tidak membandingkan siapa yang memberi uang lebih banyak. Kami membandingkan siapa yang lebih dulu ada di tanah ini. Kalau Pemerintah hanya melihat dari sisi uang, lalu di mana letak keadilan dan keberpihakan kepada rakyat,” tambah warga.

Di tengah gelombang kekecewaan tersebut, Anggota DPRD Boltim Rahman Salehe kembali menegaskan sikapnya yang tak tergoyahkan. Beliau menyatakan tidak akan berpaling dari rakyat, sekalipun berbagai tekanan datang.

“Apapun yang terjadi, bagaimanapun pernyataan yang disampaikan, satu hal yang pasti, saya Rahman Salehe akan tetap berdiri bersama rakyat, dan akan terus berjuang bersama rakyat sampai hak-hak warga Dusun Lima Panang diakui dan dipenuhi dengan adil,” ucapnya Tegas.

Rahman Salehe menambahkan bahwa keberpihakan seorang pemimpin tidak boleh diukur dari seberapa besar uang yang masuk ke kas daerah, melainkan dari seberapa besar keadilan yang dirasakan oleh rakyat kecil.

“PAD memang penting untuk Pembangunan Daerah. Tapi pembangunan itu untuk siapa, Kalau rakyatnya dikorbankan, lalu untuk apa pembangunan itu dibangun, Jangan sampai daerah kaya raya, tapi rakyatnya justru miskin dan kehilangan tanah tempat berpijak,” tegasnya.

(Andry)

Tinggalkan Balasan

Back to top button